Berdoa dapat menyelsaikan masalah ? -Ustadz Farid Ramdhan, Lc
Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ﴾
“Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang merasa tidak butuh dari berdo’a kepada-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.”
(QS. Ghafir: 60)
Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan:
«الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ»
“Doa adalah inti ibadah.”
(HR. Tirmidzi no. 3371)
Doa itu ada dua macam: doa masalah dan doa ibadah
Pertama: Doa masalah, yaitu doa permintaan hajat dari hamba kepada Rabbnya. Bentuk doa semacam ini menandakan seseorang itu butuh dan berhadap kepadanya. Hal ini berbeda kalau yang ditujukan doa itu masih hidup dan dapat memenuhinya, permintaan seperti ini tidaklah masalah.
Kedua: Doa ibadah, yaitu bentuk ibadah makhluk kepada Allah yang isinya adalah meminta pahala dan takut akan siksa-Nya. Doa semacam ini tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Siapa saja yang memalingkan kepada selain Allah, ia musyrik dan kafir, ia dinyatakan keluar dari Islam. Ia terancam dengan ayat yang disebutkan dalam bahasan ini, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)
3 (tiga) hal yang harus kita ketahui yang berkaitan dengan do'a:
1. Cara pengabulan do'a (Allaah langsung kabulkan, Allaah tunda nanti di akhirat, Allaah gantikan dengan yang lebih atau jauhkan dari keburukan)
2. Dengan do'a, seseorang akan merasa tenang dalam menjalani takdir.
3. Bahwasanya diantara adab berdo'a adalah dengan suara yang lirih dan merendahkan diri
Kajian Al Ushuluts Tsalatsah - Ustadz Farid Ramdhan, Lc








