Pendidikan Anak Tanggung Jawab Orang Tua -Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah
بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
*📚✍🏻 PENDIDIKAN ANAK TANGGUNG JAWAB ORANG TUA*
Pendidikan anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Para guru, ustadz dan pendidik lainnya hanyalah partner bagi orang tua dalam proses mendidik anak. Pendidikan yang baik adalah hadiah terbaik dari orang tua untuk anaknya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
_“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.”_ (HR. Al-Hakim 7679)
Orang tua yang berusaha maksimal mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari.
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: _“Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.”_ (Tuhfah al Maudud hal. 123)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak, diantaranya:
*✅ 1. Mendidik anak dengan cara-cara yang baik dan sabar agar mereka mengenal dan mencintai Allah*
Allah yang menciptakan semua makhluk dan seluruh alam semesta, mengenal dan mencintai Rasulullah ﷺ, yang pada diri beliau terdapat suri tauladan yang mulia, serta agar mereka mengenal dan memahami Islam untuk diamalkan. Ajarkanlah Tauhid, yaitu bagaimana mentauhidkan Allah, dan jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik. Sebagaimana nasihat Luqman kepada anaknya di dalam Al-Qur’an:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
_“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”_ (QS. Luqman: 13)
*✅ 2. Pada usia balita (sekitar 2-5 tahun), ajarkan kepada mereka kalimat-kalimat yang baik serta bacaan Al-Qur’an*
Allah telah memberikan kelebihan kepada manusia pada masa kecilnya dengan kemampuan menghafal yang luar biasa. Oleh karena itu, orang tua harus pandai memanfaatkan kesempatan untuk mengajarkan anak-nya dengan hal-hal yang bermanfaat pada usia-usia balita. Usaha ini harus terus dijalankan, meskipun mungkin di sekitar tempat tinggal kita tidak ada sekolah semacam tahfizhul Qur-an. Kita dapat mengajarkannya di rumah kita, dengan kemampuan kita, karena pada dasarnya Al-Qur-an itu mudah.
*✅ 3. Perhatikan masalah sholat mereka*
Sholat merupakan tiang agama, jika seseorang melalaikannya niscaya agama ini tidak bisa tegak pada dirinya. Shalat ini pulalah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah di akhirat. Untuk itulah, hendaknya orang tua dengan tiada bosan senantiasa memberikan contoh dengan sholat di awal waktu dengan berjama’ah di masjid, mengajaknya serta menanyakan kepada anaknya apakah dia telah menunaikan shalatnya ataukah belum.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
_“Suruhlah anak kalian sholat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan sholat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).”_ (HR. Abu Daud 495, hadits hasan)
*✅ 4. Perhatian orang tua kepada anaknya juga dalam hal akhlaknya*
Anak harus diajarkan akhlak yang mulia, jujur, berkata baik dan benar, berlaku baik kepada keluarga, saudara, tetangga, juga menyayangi yang lebih kecil serta menghormati yang lebih tua, dan yang harus menjadi penekanan utama adalah akhlak (berbakti) kepada orang tua.
*✅ 5. Pilihkan teman dan lingkungan yang baik*
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman.”_ (HR. Abu Daud 4833 dan Tirmidzi 2378, shahih)
*✅ 6. Berdoa kepada Allah khususnya di waktu mustajab*
Di samping ikhtiar yang dilakukan dalam mendidik anak seperti yang sudah disebutkan di atas, hendaknya orang tua juga berdoa kepada Allah ﷻ pada waktu-waktu yang mustajab, seperti sepertiga malam yang terakhir, agar dia, istrinya, dan anak-anaknya dijadikan orang-orang yang shalih dan shalihah. Seperti doa yang tercantum di dalam Al-Qur’an:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
_“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”_ (QS. Al-Furqan: 74)
*Semoga bermanfaat dan silakan disebarkan.Barakallahu fiikum*
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
_“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”_ (HR. Muslim 1893)
✍🏻 Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah
•═════◦•◉✿◉•◦═════•








